-25%

Pendidikan dan Investasi Sosial

Daftar Isi

 

Kata Pengantar………………………………………………………………. iii

Daftar isi…………………………………………………………………………… vi

 

BAB 1

Pendahuluan

  1. Bangsa dan Peradaban ………………………………………….. 1
  2. Pendidikan, Investasi Sosial, dan Civil Society …………. 2

Rangkuman ………………………………………………………………… 6

Latihan ……………………………………………………………………….. 6

 

BAB 2

Pendidikan dan Masyarakat

  1. Konsep Pendidikan ……………………………………………….. 8
  2. Pendidikan sebagai Modal Dasar Sosial (Base of Social Capital) ………………. 20
  3. Kompetensi dan Pendidikan ………………………………….. 35

Rangkuman ………………………………………………………………… 38

Latihan ……………………………………………………………………….. 40

 

BAB 3

Membangun Pendidikan yang Berkualitas

  1. Pendidikan dan Pembangunan ………………………………. 41
  2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan ……………………….. 53
  3. Koneksi Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia …………………………. 57
  4. Kepemimpinan dan Mutu Pendidikan ……………………. 59
  5. Dampak Penerapan E-Learning bagi Kemajuan Pendidikan …………………….. 68
  6. Penciptaan Guru Profesional …………………………………. 79
  7. Peran Agama dalam Membangun Sumber Daya Manusia …………………… 89
  8. Peran Pendidikan dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia ……………. 94

Rangkuman ………………………………………………………………… 101

Latihan ……………………………………………………………………….. 104

 

BAB 4

Pendidikan dan Investasi Sosial

  1. Pengembangan dan Investasi Sosial ……………………….. 106
  2. Kendala dalam Pengembangan Investasi Sosial ………. 108
  3. Gambaran Investasi Sosial di Indonesia ………………….. 116

Rangkuman ………………………………………………………………… 122

Latihan ……………………………………………………………………….. 124

 

BAB 5

Masyarakat Madani

  1. Pengertian Masyarakat Madani ……………………………… 125
  2. Kriteria Masyarakat Madani ………………………………….. 129
  3. Indonesia dan Konsep Masyarakat Madani ……………. 130
  4. Masyarakat Madani dan Good Governance …………… 145
  5. Masyarakat Madani dan Piagam Madinah …………….. 157

Rangkuman ………………………………………………………………… 170

Latihan ……………………………………………………………………….. 172

 

 

Daftar Pustaka …………………………………………………………………. 173

Glosarium ……………………………………………………………………….. 187

Tentang Penulis ……………………………………………………………….. 191

Rp42,000 Rp31,500
Quick View
Add to cart

Pendidikan Karakter

S I N O P S I S



Sejarah pendidikan karakter dimulai jauh sebelum era modern. Konsep pendidikan karakter telah ada dalam berbagai budaya dan tradisi sepanjang sejarah manusia. Namun, dalam konteks pendidikan formal modern, istilah “pendidikan karakter” mulai muncul pada pertengahan abad ke-20.

Pendidikan karakter secara umum merujuk pada proses pembentukan nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang dianggap positif dan diinginkan dalam individu. Ini melibatkan pengembangan aspek-aspek seperti integritas, empati, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kerja sama.

Ada berbagai pendekatan dalam pendidikan karakter, termasuk:

  1. Pendekatan Nilai: Mengajarkan nilai-nilai moral tertentu seperti kejujuran, kerja keras, dan keadilan.
  2. Pendekatan Etika: Membahas dilema moral dan mengembangkan pemahaman etika dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  3. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kasus: Menggunakan kasus nyata untuk membantu siswa memahami konsep-konsep moral dan mempraktikkan keputusan moral yang baik.
  4. Pendekatan Model Peran: Memperkenalkan tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter yang baik sebagai model untuk diikuti.

Pendidikan karakter bertujuan untuk membantu individu menjadi warga yang bertanggung jawab, baik di tingkat pribadi maupun sosial. Ini juga dianggap sebagai upaya untuk membantu mengatasi berbagai masalah sosial yang muncul akibat kekurangan moralitas dalam masyarakat.

Rp42,000
Quick View
Add to cart
-25%

Pendidikan Nonformal, Pengembangan Melalui PKBM

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR – iii

DAFTAR ISI – vi

 

BAB I  KONSEP PENDIDIKAN NONFORMAL – 1

A. Latar Belakang – 1

B. Apa dan mengapa pendidikan formal, informal dan  nonformal ?  – 9

C. Definisi dan peran pendidikan nonformal – 13

D. Antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal – 18

E. Filsafat dan teori pendidikan nonformal – 23

F. Perkembangan pendidikan nonformal dan sosial education – 32

G. Konsep dan kebijakan pendidikan sosial (Social Education) – 38

Undang-undang pendidikan sosial – 39

Kebijakan pembelajaran sepanjang hayat – 41

 

BAB II PENDIDIKAN NONFORMAL DAN PKBM – 45

A. Masalah-masalah Pendidikan Nonformal – 45

B. Masyarakat sebagai  Sumber dan Sasaran Pendidikan Nonformal – 46

Masyarakat sebagai Sumber Belajar – 46

Masyarakat sebagai Sasaran Pendidikan Nonformal – 48

Pendidikan Nonformal dalam Pemberdayaan Masyarakat – 54

Pengembangan Program dalam PKBM – 59

Menumbuhkan Kemandirian Warga Belajar – 68

BAB III PKBM SEBAGAI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (COMMUNITY LEARNING      CENTER) – 79

A. Konsep PKBM – 79

B. Definisi Pusat Kegiatan Belajar  Masyarakat – 85

C. Tujuan dan Tugas-tugas PKBM – 87

D. Fungsi PKBM – 88

E. Program-Program yang Dikembangkan PKBM – 90

F. Mobilisasi dan  Pengelolaan  Sumber-sumber  bagi Pengembangan PKBM – 111

G. Pengelolaan PKBM – 114

H. Kerjasama dan Kemitraan – 132

I. Pengembangan Kelanjutan PKBM – 133

 

BAB IV            Kominkan (Citizen’s Public Halls) Sebagai Pusat Budaya dan Belajar Masyarakat – 135

A. Pendidikan Sosial (Social Education) – 135

Undang-undang Pendidikan Sosial – 136

Kebijakan Pembelajaran Sepanjang Hayat– 138

B. Pendidikan Sosial dan Kominkan – 141

C. Prinsip dan Konsep Dasar Kominkan – 148

D. Definisi dan Tujuan Kominkan – 150

E. Kominkan sebagai Lembaga Pendidikan – 152

F. Peran dan FUNGSI KOMINKAN bagi Masyarakat dan Pemerintah – 157

G. Program-program dan Fasilitas Pendidikan Sosial (Social Education) – 162

H. Karakteristik Program dan Jenis Program Kominkan – 178

I. Partisipasi Masyarakat dalam Program Kominkan – 202

 

BAB V  Membangun PKBM Sebagai Pusat Belajar (Sebuah Pembelajaran dari Kominkan) – 205

A. Pengantar – 205

B. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pengembangan PKBM – 208

C. Mengembangkan Program Pembelajaran – 217

D. Meningkakan Partisipasi Masyarakat dan Peran Pemerintah terhadap PKBM – 225

 

DAFTAR BACAAN – 229

Rp40,000 Rp30,000
Quick View
Add to cart

Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi Teori, Praktek, dan Perspektif Islam

S I N O P S I S



Buku ini menyajikan analisis komprehensif terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia dengan fokus pada implementasi di perguruan tinggi Islam. Pembahasan dibuka dengan pengenalan terhadap Lembaga Penjaminan Mutu (LPMU) dan peranannya dalam mengatur dan menjamin kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Dijelaskan bahwa sistem penjaminan mutu meliputi komponen internal dan eksternal, dimana keduanya berperan penting dalam menetapkan dan memelihara standar kualitas pendidikan yang tinggi.

Buku ini menguraikan berbagai aspek dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti), termasuk kerangka kerja, tujuan, dan implementasi praktis dari sistem tersebut di perguruan tinggi. Dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, seperti UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan berbagai peraturan menteri, buku ini menjelaskan bagaimana standar-standar nasional pendidikan tinggi ditetapkan dan diterapkan untuk memastikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.

Lebih lanjut, sinopsis ini membahas tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), yang mencakup semua dimensi pendidikan, dari kompetensi lulusan, proses pembelajaran, penilaian, hingga standar dosen dan tenaga kependidikan. Setiap aspek ini dibahas secara detail, menggambarkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengimplementasikan dan memantau standar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Di akhir, buku ini juga memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya penelitian sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi. Standar nasional penelitian dijelaskan, termasuk proses, isi, penilaian, dan pengelolaan penelitian, yang semua ini penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi.

Secara keseluruhan, buku ini adalah panduan yang penting untuk para pemangku kepentingan di perguruan tinggi, khususnya di perguruan tinggi Islam, untuk memahami dan menerapkan praktik-praktik terbaik dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Rp42,000
Quick View
Read more