Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan
Daftar Isi
Pengantar ……………………………………………… vi
Daftar Isi ………………………………………………… ix
BAB I
Paradigma Pendidikan
- Pengertian Paradigma Pendidikan ………………………………….. 1
- Pendidikan dan Tantangan Globalisasi ……………………………. 3
- Peran Pendidik dalam Pembangunan ………………………………. 5
BAB II
Konsep Belajar dan Pembelajaran
- Hakikat Belajar …………………………………………………………….. 10
- Hakikat Pembelajaran …………………………………………………… 21
- Analisis tentang Belajar dan Pembelajaran ……………………….. 40
- Strategi Pembelajaran ……………………………………………………. 44
- Pembelajaran sebagai Pilar Utama Pendidikan ………………….. 46
- Hubungan Pembelajaran dan Pengajaran …………………………. 49
- Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik (Student Centered)……………………. 51
- Pembelajaran Berpusat pada Guru (Teacher Centered) ……. 54
BAB III
Revolusi Belajar
- Pengertian Revolusi Belajar …………………………………………. 55
- Konsep Revolusi Belajar ………………………………………………. 57
- Perkembangan Revolusi Belajar …………………………………… 58
- Pergeseran Paradigma Belajar ……………………………………… 59
- Perubahan Peran dan Fungsi Guru dalam Pembelajaran .. 63
- Prinsip Revolusi Cara Belajar ………………………………………. 63
- Contoh Kesuksesan Revolusi Cara Belajar ……………………. 65
- Strategi dan Implementasi Revolusi Pembelajaran ………… 66
BAB IV
Pembelajaran Bermakna
- Pengertian Pembelajaran Bermakna …………………………….. 68
- Kebaikan Pembelajaran Bermakna ……………………………….. 70
- Langkah-langkah Pembelajaran Bermakna …………………… 72
BAB V
Model Pembelajaran Quantum
- Pengertian Pembelajaran Quantum ……………………………… 75
- Landasan Pembelajaran Quantum ……………………………….. 76
- Prinsip-prinsip Pembelajaran Quantum ……………………….. 78
- Karakteristik Pembelajaran Quantum …………………………… 79
- Orkestra Pembelajaran Quantum …………………………………. 80
- Strategi Pembelajaran Quantum ………………………………….. 89
- Langkah-langkah Pembelajaran Quantum ……………………. 91
- Tujuan Pembelajaran Quantum …………………………………… 94
BAB VI
Landasan Teori Pembelajaran Quantum
- Accelerate Learning (Percepatan Belajar) ………………………… 96
- Neuro Linguistic Programming (NLP) …………………………….. 98
- Experiental Learning ……………………………………………………… 104
- Elements of Effective Instruction ……………………………………… 111
- Cooperative Learning …………………………………………………….. 119
BAB VII
Desain Lingkungan Pembelajaran Quantum
- Latar Belakang ……………………………………………………………. 127
- Penataan Lingkungan Fisik Kelas …………………………………. 128
- Penataan Lingkungan Psiko-sosial Kelas ………………………. 130
- Desain Lingkungan Kelas Quantum …………………………….. 132
- Formasi Kelas Pembelajaran Quantum …………………………. 136
- Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar …….. 145
- Pembelajaran Kondusif ……………………………………………….. 152
- Konteks Materi atau Ragam Pengetahuan ……………………. 158
- Menentukan Scope dan Sequence Materi Pembelajaran …… 159
- Sumber Materi Pembelajaran ……………………………………….. 161
- Komponen-komponen Keterampilan Menjelaskan ………… 162
- Prinsip Keterampilan Dasar Menjelaskan ……………………… 165
BAB VIII
Optimalisasi Kecerdasan dalam Pembelajaran
- Latar Belakang ……………………………………………………………. 166
- Konsep Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligence) …………. 167
- Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligence) dan Paradigma Pembelajaran …………………. 172
- Klasifikasi Kecerdasan …………………………………………………. 173
- Macam-macam Kecerdasan …………………………………………. 176
- Langkah Mengembangkan Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligence) ………………….. 180
- Strategi Pengajaran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) ……………………… 182
BAB IX
Memaksimalkan Potensi Otak dalam Pembelajaran
- Potensi Otak ……………………………………………………………….. 185
- Aktivasi Otak ……………………………………………………………… 186
- Manfaat Aktivasi Otak ………………………………………………… 188
- Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan ………………………………… 188
- Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan InderaDominan ……………………………. .. 192
- Aplikasi Otak Kanan dan Otak Kiri dalam Pembelajaran ……………… 193
- Melatih Otak Kiri dan Kanan untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak …………………………. 197
- Brainwave Entrainment ……………………………………. 201
BAB X
Media Pembelajaran
- Pengertian Media Pembelajaran …………………………………… 205
- Kedudukan Media dalam Proses Pembelajaran …………….. 206
- Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran ……………………….. 207
- Tujuan Menggunakan Media Pembelajaran ………………….. 208
- Kegunaan Media dalam Pembelajaran …………………………. 209
- Klasifikasi Media Pembelajaran ……………………………………. 211
- Arti Penting Media dalam Pembelajaran ………………………. 214
BAB XI
Evaluasi Pembelajaran
- Pengertian Evaluasi Pembelajaran ……………………………….. 216
- Tujuan dan Fungsi Evaluasi dalam Proses Pembelajaran .. 217
- Prinsip-prinsip Evaluasi Pembelajaran …………………………. 219
- Standar Penilaian (Evaluasi) ………………………………………… 221
- Tujuan Penilaian Pembelajaran ……………………………………. 223
- Merancang dan Melaksanakan Penilaian ……………………… 223
- Jenis-jenis Penilaian …………………………………………………….. 224
Daftar Pustaka …………………………………………………………………. 234
Tentang Penulis ……………………………………………………………….. 243
Pendidikan dan Investasi Sosial
Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………. iii
Daftar isi…………………………………………………………………………… vi
BAB 1
Pendahuluan
- Bangsa dan Peradaban ………………………………………….. 1
- Pendidikan, Investasi Sosial, dan Civil Society …………. 2
Rangkuman ………………………………………………………………… 6
Latihan ……………………………………………………………………….. 6
BAB 2
Pendidikan dan Masyarakat
- Konsep Pendidikan ……………………………………………….. 8
- Pendidikan sebagai Modal Dasar Sosial (Base of Social Capital) ………………. 20
- Kompetensi dan Pendidikan ………………………………….. 35
Rangkuman ………………………………………………………………… 38
Latihan ……………………………………………………………………….. 40
BAB 3
Membangun Pendidikan yang Berkualitas
- Pendidikan dan Pembangunan ………………………………. 41
- Meningkatkan Kualitas Pendidikan ……………………….. 53
- Koneksi Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia …………………………. 57
- Kepemimpinan dan Mutu Pendidikan ……………………. 59
- Dampak Penerapan E-Learning bagi Kemajuan Pendidikan …………………….. 68
- Penciptaan Guru Profesional …………………………………. 79
- Peran Agama dalam Membangun Sumber Daya Manusia …………………… 89
- Peran Pendidikan dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia ……………. 94
Rangkuman ………………………………………………………………… 101
Latihan ……………………………………………………………………….. 104
BAB 4
Pendidikan dan Investasi Sosial
- Pengembangan dan Investasi Sosial ……………………….. 106
- Kendala dalam Pengembangan Investasi Sosial ………. 108
- Gambaran Investasi Sosial di Indonesia ………………….. 116
Rangkuman ………………………………………………………………… 122
Latihan ……………………………………………………………………….. 124
BAB 5
Masyarakat Madani
- Pengertian Masyarakat Madani ……………………………… 125
- Kriteria Masyarakat Madani ………………………………….. 129
- Indonesia dan Konsep Masyarakat Madani ……………. 130
- Masyarakat Madani dan Good Governance …………… 145
- Masyarakat Madani dan Piagam Madinah …………….. 157
Rangkuman ………………………………………………………………… 170
Latihan ……………………………………………………………………….. 172
Daftar Pustaka …………………………………………………………………. 173
Glosarium ……………………………………………………………………….. 187
Tentang Penulis ……………………………………………………………….. 191
Pendidikan Karakter
S I N O P S I S
Sejarah pendidikan karakter dimulai jauh sebelum era modern. Konsep pendidikan karakter telah ada dalam berbagai budaya dan tradisi sepanjang sejarah manusia. Namun, dalam konteks pendidikan formal modern, istilah “pendidikan karakter” mulai muncul pada pertengahan abad ke-20.
Pendidikan karakter secara umum merujuk pada proses pembentukan nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang dianggap positif dan diinginkan dalam individu. Ini melibatkan pengembangan aspek-aspek seperti integritas, empati, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kerja sama.
Ada berbagai pendekatan dalam pendidikan karakter, termasuk:
- Pendekatan Nilai: Mengajarkan nilai-nilai moral tertentu seperti kejujuran, kerja keras, dan keadilan.
- Pendekatan Etika: Membahas dilema moral dan mengembangkan pemahaman etika dalam konteks kehidupan sehari-hari.
- Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kasus: Menggunakan kasus nyata untuk membantu siswa memahami konsep-konsep moral dan mempraktikkan keputusan moral yang baik.
- Pendekatan Model Peran: Memperkenalkan tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter yang baik sebagai model untuk diikuti.
Pendidikan karakter bertujuan untuk membantu individu menjadi warga yang bertanggung jawab, baik di tingkat pribadi maupun sosial. Ini juga dianggap sebagai upaya untuk membantu mengatasi berbagai masalah sosial yang muncul akibat kekurangan moralitas dalam masyarakat.
Pendidikan Nonformal, Pengembangan Melalui PKBM
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR – iii
DAFTAR ISI – vi
BAB I KONSEP PENDIDIKAN NONFORMAL – 1
A. Latar Belakang – 1
B. Apa dan mengapa pendidikan formal, informal dan nonformal ? – 9
C. Definisi dan peran pendidikan nonformal – 13
D. Antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal – 18
E. Filsafat dan teori pendidikan nonformal – 23
F. Perkembangan pendidikan nonformal dan sosial education – 32
G. Konsep dan kebijakan pendidikan sosial (Social Education) – 38
Undang-undang pendidikan sosial – 39
Kebijakan pembelajaran sepanjang hayat – 41
BAB II PENDIDIKAN NONFORMAL DAN PKBM – 45
A. Masalah-masalah Pendidikan Nonformal – 45
B. Masyarakat sebagai Sumber dan Sasaran Pendidikan Nonformal – 46
Masyarakat sebagai Sumber Belajar – 46
Masyarakat sebagai Sasaran Pendidikan Nonformal – 48
Pendidikan Nonformal dalam Pemberdayaan Masyarakat – 54
Pengembangan Program dalam PKBM – 59
Menumbuhkan Kemandirian Warga Belajar – 68
BAB III PKBM SEBAGAI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (COMMUNITY LEARNING CENTER) – 79
A. Konsep PKBM – 79
B. Definisi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat – 85
C. Tujuan dan Tugas-tugas PKBM – 87
D. Fungsi PKBM – 88
E. Program-Program yang Dikembangkan PKBM – 90
F. Mobilisasi dan Pengelolaan Sumber-sumber bagi Pengembangan PKBM – 111
G. Pengelolaan PKBM – 114
H. Kerjasama dan Kemitraan – 132
I. Pengembangan Kelanjutan PKBM – 133
BAB IV Kominkan (Citizen’s Public Halls) Sebagai Pusat Budaya dan Belajar Masyarakat – 135
A. Pendidikan Sosial (Social Education) – 135
Undang-undang Pendidikan Sosial – 136
Kebijakan Pembelajaran Sepanjang Hayat– 138
B. Pendidikan Sosial dan Kominkan – 141
C. Prinsip dan Konsep Dasar Kominkan – 148
D. Definisi dan Tujuan Kominkan – 150
E. Kominkan sebagai Lembaga Pendidikan – 152
F. Peran dan FUNGSI KOMINKAN bagi Masyarakat dan Pemerintah – 157
G. Program-program dan Fasilitas Pendidikan Sosial (Social Education) – 162
H. Karakteristik Program dan Jenis Program Kominkan – 178
I. Partisipasi Masyarakat dalam Program Kominkan – 202
BAB V Membangun PKBM Sebagai Pusat Belajar (Sebuah Pembelajaran dari Kominkan) – 205
A. Pengantar – 205
B. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pengembangan PKBM – 208
C. Mengembangkan Program Pembelajaran – 217
D. Meningkakan Partisipasi Masyarakat dan Peran Pemerintah terhadap PKBM – 225
DAFTAR BACAAN – 229
Pendidikan Vokasi, Profesi & Akademik
SINOPSIS
Bab I berfungsi sebagai fondasi konseptual buku. Bab ini menguraikan perbedaan jenis pendidikan di Indonesia umum, akademik, vokasi, profesi, dan kejuruan berdasarkan kerangka yuridis nasional (UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi). Pembahasan asal-usul istilah vokasi dari perspektif historis dan sosiologis memperkaya pemahaman bahwa vokasi bukan sekadar “pendidikan praktik”, melainkan pendidikan berbasis panggilan kerja yang berevolusi seiring perkembangan kapitalisme dan industri.
Bab II menampilkan narasi historis yang kaya dan detail, khususnya peran strategis kerja sama internasional (Swiss, Australia, Jepang, Selandia Baru) dalam merintis pendidikan politeknik di Indonesia. Penulis menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia sejak awal dibangun dengan pendekatan production-based education dan teaching factory, bukan sekadar adaptasi dari pendidikan akademik.
Bab III menggeser fokus dari sejarah ke desain kurikulum. Penulis menjelaskan konsep kurikulum secara komprehensif, lalu membandingkan berbagai model kurikulum (lego, spiral, piramida). Studi kasus pendidikan vokasi Australia (TAFE dan training package) menjadi contoh konkret bagaimana kurikulum vokasi dirancang modular, berjenjang, dan berbasis kompetensi
Bab IV merupakan inti akademik buku. mengulas konsep kompetensi dari berbagai perspektif pendidikan, manajemen, psikologi, dan kebijakan publik serta membedakan secara tajam antara competency dan competence. Integrasi teori internasional (Bowden, Hoffmann, O*NET) dengan konteks regulasi Indonesia memperlihatkan kedalaman analisis
Bab V berfokus pada pendefinisian dan penegasan identitas pendidikan vokasi, dengan menggunakan International Standard Classification of Education (ISCED) 2011 sebagai kerangka rujukan utama. Penulis menjelaskan bahwa ISCED tidak sekadar mengelompokkan pendidikan berdasarkan institusi, melainkan berdasarkan tujuan pembelajaran, hasil belajar, dan karakteristik program. Dalam kerangka ini, pendidikan vokasi ditempatkan sebagai jalur yang sah, setara secara kualifikasi, namun berbeda secara orientasi (misi) dibanding pendidikan akademik
Bab VI membahas transformasi kelembagaan pendidikan vokasi dengan menyoroti perkembangan sekolah teknik (HTL) di Swiss dan Eropa yang kemudian bertransformasi menjadi University of Applied Sciences (UAS) dalam kerangka Bologna Process. Penulis menunjukkan bahwa perubahan ini bukanlah akademisasi vokasi, melainkan penguatan pendidikan terapan melalui integrasi pendidikan, praktik industri, dan riset aplikatif. Bahwa UAS tidak identik dengan pendidikan vokasi murni, tetapi merupakan bentuk pendidikan tinggi terapan yang menjembatani dunia vokasi, profesi, dan akademik. Dalam konteks Indonesia, bab ini menjadi refleksi kritis terhadap posisi politeknik dan wacana pengembangan Universitas Sain Terapan, agar tidak terjebak pada penyeragaman dengan universitas akademik
Perkembangan Peserta Didik
Sinopsis
Buku ajar ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang menawarkan mata kuliah Perkembangan Peserta Didik dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Disusun dengan pendekatan pembelajaran aktif dan kreatif dan memuat berbagai materi perkembangan peserta didik disertai latihan soal. Diharapkan buku ini dapat membantu mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
