Metode Penelitian Eksperimen (Pendekatan Kuantitatif, Kombinasi dan R&D)
S I N O P S I S
Salah satu jenis metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen digunakan untuk menguji pengaruh variabel independent (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil). Penelitian eksperimen merupakan penelitian ilmiah yang paling utama dalam metode ilmiah.
Dengan metode penelitian eksperimen, akan dapat diperoleh data yang riil, dan bukan hanya data persepsi, sehingga metode ini merupakan metode yang paling akurat untuk pengembangan ipteks. Terdapat beberapa macam desain penelitian eksperimen. Menurut (Tuckman 1998) terdapat 4 macam desain penelitian eksperimen yaitu, yaitu: Pre-experimental, True-Experimental, Factorial, dan Quasi Experimental. Menurut Creswell (2008) juga terdapat 4 desain yaitu: Pre-experimental, Quasi Experimental Design, True-Experimental, dan Single Subject Design. Selanjutnya menurut Chris Drew (2023), mengemukakan terdapat 3 desain utama penelitian eksperimen yaitu, Pre-experimental, Quasi dan True- Experimental.
Pre-experimental design, merupakan design yang berdasarkan satu kelompok, sehingga validitas internal dan eksternal kurang terjaga. Quasi experimental design, ada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga validitas internal terjaga, tetapi validitas eksternal kurang terjaga. Setiap desain penelitian dijabarkan lagi ke dalam sub design atau model penelitian eksperimen. True-Experimental, merupakan desain yang ada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, serta kedua kelompok tersebut diambil secara random. Dengan demikian validitas internal dan validitas eksternal terjaga, Validitas internal dan validitas pengaruh perlakuan, dan validitas eksternal adalah validitas generalisasi.
Metode Penelitian Studi Kasus (Pendekatan: Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi)
SINOPSIS
Studi kasus adalah penelitian yang berangkat dari dugaan adanya kasus tertentu. Kasus dalam suatu obyek penelitian bisa satu kasus atau lebih dari satu kasus, bisa kasus lama atau kasus baru. Kasus bisa negatif, karena merupakan suatu fenomena yang berbentuk masalah, (karena belum memenuhi harapan); sedangkan kasus yang positif adalah kasus yang berbentuk fenomena/potensi yang mencengangkan, karena melebihi harapan. Kasus adalah suatu peristiwa yang unik, spesifik, aneh dan di luar kebiasaan. Kasus terikat oleh tempat dan waktu. Jadi dalam penelitian studi kasus, penelitian harus berangkat dari adanya kasus tertentu, baik kasusnya itu sudah jelas atau masih samar.
Dalam buku ini dikemukakan studi kasus yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Metode kuantitatif meliputi metode penelitian survei dan eksperimen. Metode kombinasi yang dikemukakan ada 4 desain yaitu, sequential explanatory (kuantitatif dilanjutkan kualitatif), sequential exploratory (kualitatif dilanjutkan kuantitatif), concurrent triangulation (dicampur dengan campuran sama) dan concurrent embedded (dicampur dengan campuran berbeda)
METODOLOGI PENELITIAN BERBASIS DATA SEKUNDER
Sinopsis
Buku Metodologi Penelitian Berbasis Data Sekunder hadir sebagai panduan akademik dan praktis bagi mahasiswa, dosen, peneliti, analis kebijakan, dan praktisi pendidikan yang ingin memanfaatkan data sekunder secara sistematis, kritis, dan bertanggung jawab. Buku ini disusun untuk menjawab kebutuhan metodologis yang semakin mendesak: bagaimana menggunakan data yang sudah tersedia bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai sumber ilmiah yang harus dipahami konteks, kualitas, struktur, keterbatasan, serta implikasi etikanya.
Secara umum, buku ini membahas penelitian berbasis data sekunder melalui beberapa pendekatan utama. Di awal, Buku ini menguraikan landasan konseptual penelitian data sekunder, kemudian secara khusus mengulas empat pendekatan utama dalam penelitian berbasis data sekunder, yaitu bibliometrik, systematic literature review (SLR), meta-analisis, dan analisis data sekunder kuantitatif berbasis survei besar seperti PISA, TIMSS, dan Rapor Pendidikan. Disamping itu, buku ini memperluas cakupan penelitian data sekunder ke ranah big data, pemberitaan media massa, dan media sosial. Bagian ini menunjuk¬kan bahwa data sekunder tidak hanya berbentuk tabel statistik atau artikel jurnal, tetapi juga dapat berupa teks berita, unggahan digital, komentar publik, jaringan percakapan, dan data perilaku digital lainnya. Pembahasan dalam buku ini juga tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan panduan teknis, workflow penelitian, penggunaan perangkat lunak analisis, hingga strategi pelaporan hasil penelitian sesuai standar akademik. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis untuk merancang dan melaksanakan penelitian berbasis data sekunder secara mandiri.
Buku ini relevan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi; dosen dan peneliti yang ingin memperkuat kapasitas metodologis; serta analis kebijakan yang membutuhkan pendekatan berbasis bukti dalam membaca data pendidikan. Melalui buku ini, pembaca diharapkan mampu melihat data sekunder sebagai sumber pengetahuan yang kaya, tetapi juga menuntut kedisiplinan ilmiah. Data yang besar tidak otomatis menghasilkan kesimpulan yang kuat. Publikasi yang banyak tidak otomatis melahirkan sintesis yang bermakna. Teknologi yang canggih tidak otomatis menggantikan ketajaman berpikir peneliti.
Organisasi Dan Manajemen
Daftar isi ↓
https://bit.ly/organisasidanmanajemenjacobus
SINOPSIS
Buku ini terdiri dari empat pokok bagian.
Bagian kesatu: Setting organisasi dan manajemen, nilai-nilai sosiokultural masyarakat mempengaruhi organisasi dan manajemen, evolusi teori organisasi dan manajemen.
Bagian kedua: tujuan organisasi, hakikat organisasi, arti serta definisi organisasi dan ciri-ciri organisasi, prinsip-prinsip umum organisasi, bentuk-bentuk organisasi, struktur organisasi, perilaku organisasi, budaya organisasi, teknologi dan struktur organisasi, komunikasi dalam organisasi.
Bagian ketiga: arti manajemen secara etimologi, manajemen sebagai seni dan ilmu, sejarah perkembangan manajemen, mengapa mempelajari manajemen, definisi manajemen, tujuan manajemen, sarana manajemen, proses manajemen, perihal manajer, prinsip-prinsip umum manajemen, perlu memahami fungsi-fungsi dasar manajemen, manajemen di Indonesia.
Bagian keempat: berbagai pandangan tentang perbedaan dan hubungan antara administrasi-organisasi-manajemen, organisasi membutuhkan manajemen untuk mencapai tujuan, motivasi dalam proses manajemen untuk kepentingan organisasi, kepemimpinan mempengaruhi pola manajemen dalam organisasi, sistem manajemen Indonesia.
Buku ini bisa dijadikan pegangan atau textbooks perkuliahan, juga berguna bagi berbagai pihak yang memerlukannya yang diharapkan dapat memahami lebih dalam mengenai organisasi dan manajemen.
Patologi Birokrasi
SINOPSIS
Buku ini, disusun untuk kebutuhan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi (negeri dan swasta) serta bagi para birokrat yang bertugas di birokrasi pemerintahan yang berminat membacanya atau bagi masyarakat umum yang ingin menambah pengetahuan tentang Birokrasi dan penyakitnya, serta penanggulangannya.
Buku Patologi Birokrasi ini terdiri dari 14 BAB, yang terdiri dari: BAB 1. Pendahuluan. BAB II. Konsep Dasar Birokrasi. BAB III. Konsep Patologi Birokrasi. BAB IV. Jenis-Jenis Patologi Birokrasi. BAB V. Dampak Patologi Birokrasi Terhadap Pelayanan Publik. BAB VI. Studi Kasus Patologi Birokrasi di Indonesia. BAB VII. Good Governance-Sound Governance-Dynamic Governance. BAB VIII. Patologi Birokrasi: Gejala Terjadinya dan Dampak Terhadap Pelayanan Publik. BAB IX. Patologi Birokrasi: Masalahnya Dalam Birokrasi Pemerintahan. BAB X. Patologi Birokrasi: Upaya Penanggulangan Dan Terapi Patologi Birokrasi BAB XI. Patologi Birokrasi: Merubah Melalui Prinsip Good Governance Menuju Governance dan Smart Governance. BAB XII. Patologi Birokrasi: Merubah Melalui Reformasi Birokrasi. BAB XIII. Patologi Birokrasi: Merubah Melalui Inovasi. XIV. Naskah Review Jurnal Terkait Birokrasi dan Patologi Birokrasi.
Pemahaman & Prinsip Studi Kelayakan Destinasi Wisata
S I N O P S I S
Buku ini tidak membahas tentang metode kajian yang dapat dipergunakan dalam melaksanakan Studi Kelayakan Destinasi Wisata. Karena itu, di buku ini tidak akan ditemukan rumus-rumus dan tata cara penggunaannya dalam menentukan kuantitas nilai studi kelayakan sebagaimana terdapat dalam buku-buku studi kelayakan pada umumnya.
Yang tersaji di buku ini adalah tentang apa sebenarnya Studi Kelayakan untuk sebuah ruang kajian khusus bernama Destinasi Wisata, serta syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kajian dimaksud. Kedua hal tersebut, sejauh pengetahuan kami, belum ada tersaji dalam sebuah buku, padahal merupakan pondasi untuk melaksanakan Studi Kelayakan Destinasi Wisata dengan benar.
Destinasi Wisata sendiri, kami sebut sebagai ruang kajian khusus, di satu sisi, karena Destinasi Wisata memiliki karakteristik yang memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibanding dengan lokus kajian kelayakan lainnya. Destinasi Wisata bukanlah sebuah ruang kajian dengan standar tertentu karena sebuah atraksi wisata yang menjadi nilai dasar dari sebuah Destinasi Wisata pun semestinya berbeda antara satu destinasi dengan destinasi lainnya. Karena itu, kajian kelayakan benar-benar tidak dapat sekedar memutuskan layak dan tidaknya, melainkan sejauh mana kelayakan terjadi, yakni dengan memberikan arahan konsep pembangunan.
Destinasi Wisata pun memiliki karakteristik lokus yang kompleks yang membuat variabel-variabel kelayakannya menjadi kompleks pula. Tidak hanya dilihat secara ekonomis, bahkan juga mencakup variabel-variabel sosial dan lingkungan alam. Variabel-variabel itu pun tidak bisa didudukkan sebagai variabel utama, dan yang lainnya sebagai variabel pendukung. Bisa jadi, pada satu lokus destinasi, variabel yang satu akan menjadi variabel utama, namun di lokus destinasi lainnya justru menjadi variabel pendukung. Sayangnya, di lapangan, kompleksitas ini seringkali tidak banyak diperhatikan sehingga kajian destinasi wisata seringkali disamakan dengan kajian-kajian lainnya. Akibatnya, sudah jadi hal umum, atraksi wisata yang disajikan di satu destinasi juga ditemukan di destinasi lainnya, sehingga destinasi tersebut tidak menarik lagi bagi wisatawan.
Dengan gambaran diatas, semestinya buku ini penting untuk menjadi bahan literasi bagi para akademisi, baik para dosen maupun mahasiswa, maupun praktisi, hingga para konsultan dan pemerhati pariwisata, untuk kiranya bisa menjadi panduan dalam melaksanakan bagaimana semestinya Studi Kelayakan dapat dilakukan secara benar.
Pengantar Ilmu Administrasi
SINOPSIS
Buku Pengantar Ilmu Administrasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai ilmu administrasi sebagai salah satu bidang studi yang berperan penting dalam pengelolaan organisasi dan pencapaian tujuan bersama. Buku ini membahas konsep-konsep utama administrasi, termasuk definisi, unsur-unsur, fungsi, prinsip, serta teori dan pendekatan yang mendasarinya. Dengan merujuk pada pandangan para ahli seperti Woodrow Wilson, Henri Fayol, Max Weber, Dwight Waldo, hingga Harbani Pasolong, buku ini menawarkan wawasan komprehensif mengenai bagaimana administrasi berkembang sebagai ilmu dan praktik.
Selain itu, buku ini juga mengupas berbagai kendala yang dihadapi dalam penerapan prinsip administrasi, seperti kompleksitas birokrasi, tantangan koordinasi, dan pengaruh dinamika politik. Melalui analisis kelebihan dan kelemahan dari berbagai teori administrasi, buku ini membantu pembaca memahami bagaimana administrasi berkontribusi pada keberhasilan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.
Buku ini juga membahas peran penting administrasi dalam kehidupan masyarakat, yang meliputi pengelolaan sumber daya, pelayanan publik, dan pelaksanaan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Disajikan dengan bahasa yang sederhana dan didukung dengan ilustrasi kasus, buku ini tidak hanya cocok untuk mahasiswa yang baru mempelajari ilmu administrasi, tetapi juga praktisi yang ingin memperdalam pengetahuannya mengenai pengelolaan organisasi.
Melalui pembahasan yang menyeluruh dan aplikatif, Pengantar Ilmu Administrasi diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi pembaca dalam memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep administrasi dalam berbagai konteks, baik akademik maupun praktis.
Pengantar Psikologi Industri
SINOPSIS
Konsep penulisan buku ini adalah menghubungkan pendekatan teori dan realita yang terjadi di Indonesia dengan tujuan agar para pembaca bisa memahami ilmu psikologi secara baik dan tuntas. Buku ini sangat baik dibaca oleh para akademisi, praktisi bisnis, politisi, dan peneliti.
Adapun topik yang dibahas dalam buku ini adalah,
BAB 1. KONSEP DASAR PSIKOLOGI INDUSTRI
BAB 2. KESELAMATAN KERJA DAN PSIKOLOGI PEKERJA
BAB 3. RECRUITMENT DAN SELEKSI
BAB 4. ORIENTASI DAN PENEMPATAN
BAB 5. KEPEMIMPINAN DAN PENGAWASAN
BAB 6. REWARD AND PUNISHMENT
BAB 7. KEDISIPLINAN
BAB 8. PROMOSI DAN ROTASI
BAB 9. MOTIVASI DAN PSIKOLOGI
BAB 10. PSIKOLOGI PASAR
BAB 11. PERSEPSI DAN PERILAKU KONSUMEN
BAB 12. STRESS DAN SOLUSINYA
BAB 13. MANAJEMEN KONFLIK
BAB 14. E-BUSINES DAN PERUBAHAN ORGANISASI
BAB 15. KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP
Pengawasan Strategik Di Perguruan Tinggi
S I N O P S I S
Kompleksitas penyelenggaraan Perguruan Tinggi semakin kentara sejalan dengan perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat sebagai akibat globalisasi dan revolusi Industri 4.0 beserta disrupsi ikutannya. Persoalannya apakah globalisasi dan industri 4.0 dan gagasan society 5.0 akan mampu diikuti pendidikan tinggi dengan berbagai strategi perubahan yang dilakukan di kampusnya, baik perubahan kurikulum, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, meningkatkan kualitas pelayanan, mengubah manajemen konvensional ke manajemen modern dan strategis, mengubah model layanan pembelajaran konvensional ke pembelajaran berbasis teknologi.
Kemampuan perguruan tinggi dalam melakukan perubahan sejalan dengan terjadinya globalisasi, revolusi industri dan gagasan society 5.0 tentu tidak akan mudah tanpa dibarengi dengan perubahan dalam manajemen, mengingat manajemen perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam sebuah organisasi perguruan tinggi.
Pengawasan strategik sebagai perangkat manajemen strategik dalam sebuah organisasi modern dan new public management merupakan perangkat yang sangat penting dalam mengarahkan organisasi perguruan tinggi menuju arah strategis jangka panjang.
Permasalahan perguruan tinggi saat ini diantaranya adalah masih lemahnya pengawasan organisasi perguruan tinggi, hal itu ditandai dengan masih banyaknya perguruan tinggi yang masih sulit untuk memenuhi standar minimal yang ditetapkan.
Pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks dan tidak ringan. Sementara era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) yang mengacu pada keadaan dunia yang bergejolak, tanpa kepastian, rumit dan membingungkan belum mampu kita hadapi, sudah bergeser lagi ke era BANI (Brittle, Anxiety, Non-Linear dan Incomprehensible) yang dipicu oleh dinamika dunia selama pandemi Covid-19 yang lalu. Banyak pihak menganggap istilah VUCA tak lagi cukup untuk menjelaskan model bisnis baru, serta tantangan saat ini bagi perusahaan. Istilah BANI lebih tepat untuk mendefinisikan keadaan ekonomi dan sosial yang semakin berada pada puncak ketidakstabilan, yang salah satunya diakibatkan oleh kecepatan teknologi digital yang saat ini sudah masuk ke dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk ke lingkungan perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, buku ini akan memberikan gambaran lengkap bagaimana penyelenggaraan pengawasan strategik di perguruan tinggi, mulai dari konsep-konsep dasar yang terkait dengan pengawasan strategik hingga model pengawasan strategik sebagai novelti penelitian yang dapat diaplikasikan dalam operasional penyelenggaraan perguruan tinggi.
