KEBIJAKAN PUBLIK DI ERA SOCIETY 5.0 Rekonseptualisasi, Transformasi, dan Tata Kelola Masa Depan

Di era ketika data menjadi minyak baru dan algoritma menjadi penentu kebijakan, pemerintahan tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Kebijakan Publik di Era Transformasi Digital hadir sebagai panduan untuk memahami bagaimana teknologi mengubah wajah perumusan dan implementasi kebijakan publik di Indonesia.
Buku ini menguraikan secara lugas pergeseran dari birokrasi berbasis kertas menuju pemerintahan berbasis data dan platform. Melalui studi kasus SPBE, Satu Data Indonesia, Smart City, hingga pemanfaatan AI dalam pelayanan publik, penulis menunjukkan peluang sekaligus tantangan: kesenjangan digital, keamanan data, etika algoritma, dan kapasitas ASN.
Lebih dari sekadar teori, buku ini menawarkan kerangka praktis agar kebijakan publik menjadi lebih cepat, transparan, partisipatif, dan berpihak pada rakyat. Cocok untuk akademisi, mahasiswa S1, S2 dan S3, ASN, dan siapa pun yang ingin memastikan bahwa transformasi digital benar-benar melahirkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkeadilan.

Quick View
Read more

Kepemimpinan Digital

SINOPSIS



Kepemimpinan digital merujuk pada kemampuan seorang pemimpin untuk mengelola, mengarahkan, dan memotivasi tim atau organisasi dalam menghadapi perubahan yang cepat dan dinamis dalam dunia teknologi digital. Dalam konteks ini, pemimpin digital tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta pemahaman yang mendalam tentang transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor.

Pemimpin digital memiliki peran penting dalam menciptakan visi yang jelas mengenai adopsi teknologi di dalam organisasi, serta memanfaatkan data dan alat digital untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat. Kepemimpinan digital juga melibatkan kemampuan untuk membangun budaya yang mendukung inovasi, fleksibilitas, dan pembelajaran berkelanjutan.

Di tengah perubahan yang cepat, seorang pemimpin digital harus mampu menghadapi tantangan seperti keamanan data, perubahan kebutuhan konsumen, serta dinamika pasar global yang semakin terhubung. Mereka harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data, untuk memastikan organisasi tetap relevan dan kompetitif.

Kepemimpinan digital juga mencakup pengembangan tim yang berkompeten di bidang teknologi dan memastikan integrasi yang lancar antara aspek manusia dan teknologi dalam operasional organisasi. Pemimpin digital yang sukses adalah mereka yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan tim untuk meraih tujuan bersama dalam era digital yang penuh tantangan ini.

Rp71,000
Quick View
Read more

KOHESI SOSIAL DAN MORALITAS: META-SINTESIS PENDIDIKAN IPS MASA DEPAN

Sinopsis



Jika Anda mencari pembahasan tentang pentingnya kohesi sosial dan pendidikan moral dalam Pendidikan IPS, maka buku ini menyuguhkan pembahasan mendalam tentang itu, serta mengeksplorasi mengapa hal itu penting bagi peserta didik, mahasiswa dan masyarakat secara keseluruhan.
Di dalam buku ini dimuat dimensi dan karakteristik serta upaya membentuk dan memelihara kohesi sosial. Selanjutnya, hal yang berkaitan erat dengan kohesi sosial adalah moralitas. Untuk itu, dalam buku juga dibahas isu-isu penting tentang moralitas, antara lain HAM, empati, keadilan, privasi dan etika digital, korupsi, toleransi, tanggung jawab sosial, hak masya­rakat adat, hak pendidikan, etika bisnis dan lain sebagainya. Sedemikian sehingga, dalam buku ini dibuat sintesis hubungan moralitas dengan kohesi sosial.
Berdasarkan sintesis tersebut, bagaimana Pendidikan IPS masa depan? Yuk eksplorasi isi buku ini. Dalam kaitannya dengan pembelajaran tentang kohesi sosial dan moralitas, dalam buku ini juga dibahas model pembelajaran yang relevan dengannya.

Rp200,000
Quick View
Read more

METODOLOGI PENELITIAN BERBASIS DATA SEKUNDER

Sinopsis



Buku Metodologi Penelitian Berbasis Data Sekunder hadir sebagai panduan akademik dan praktis bagi mahasiswa, dosen, peneliti, analis kebijakan, dan praktisi pendidikan yang ingin memanfaatkan data sekunder secara sistematis, kritis, dan bertanggung jawab. Buku ini disusun untuk menjawab kebutuhan metodologis yang semakin mendesak: bagaimana menggunakan data yang sudah tersedia bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai sumber ilmiah yang harus dipahami konteks, kualitas, struktur, keterbatasan, serta implikasi etikanya.
Secara umum, buku ini membahas penelitian berbasis data sekunder melalui beberapa pendekatan utama. Di awal, Buku ini menguraikan landasan konseptual penelitian data sekunder, kemudian secara khusus mengulas empat pendekatan utama dalam penelitian berbasis data sekunder, yaitu bibliometrik, systematic literature review (SLR), meta-analisis, dan analisis data sekunder kuantitatif berbasis survei besar seperti PISA, TIMSS, dan Rapor Pendidikan. Disamping itu, buku ini memperluas cakupan penelitian data sekunder ke ranah big data, pemberitaan media massa, dan media sosial. Bagian ini menunjuk¬kan bahwa data sekunder tidak hanya berbentuk tabel statistik atau artikel jurnal, tetapi juga dapat berupa teks berita, unggahan digital, komentar publik, jaringan percakapan, dan data perilaku digital lainnya. Pembahasan dalam buku ini juga tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan panduan teknis, workflow penelitian, penggunaan perangkat lunak analisis, hingga strategi pelaporan hasil penelitian sesuai standar akademik. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis untuk merancang dan melaksanakan penelitian berbasis data sekunder secara mandiri.
Buku ini relevan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi; dosen dan peneliti yang ingin memperkuat kapasitas metodologis; serta analis kebijakan yang membutuhkan pendekatan berbasis bukti dalam membaca data pendidikan. Melalui buku ini, pembaca diharapkan mampu melihat data sekunder sebagai sumber pengetahuan yang kaya, tetapi juga menuntut kedisiplinan ilmiah. Data yang besar tidak otomatis menghasilkan kesimpulan yang kuat. Publikasi yang banyak tidak otomatis melahirkan sintesis yang bermakna. Teknologi yang canggih tidak otomatis menggantikan ketajaman berpikir peneliti.

Quick View
Read more

Panduan Lengkap Penggunaan LMS dengan Pendekatan Gamifikasi Teoritis

SINOPSIS



Buku “Panduan Lengkap Penggunaan LMS dengan Pendekatan Gamifikasi Teoritis”, disusun sebagai pedoman komprehensif bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi secara inovatif dan interaktif. Buku ini berangkat dari kebutuhan nyata akan transformasi sistem pembelajaran di era digital, di mana teknologi informasi tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan unsur utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, menarik, dan berorientasi pada capaian kompetensi abad ke-21.

Dalam konteks pendidikan tinggi, e-learning menjadi salah satu strategi utama dalam mengoptimalkan fleksibilitas belajar, memperluas akses pengetahuan, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Buku ini secara sistematis menjelaskan konsep, prinsip, dan langkah-langkah implementasi e-learning yang terintegrasi dengan pendekatan gamifikasi suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta hasil belajar mahasiswa. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis mengenai teknologi pembelajaran, tetapi juga panduan praktis untuk mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran aktual.

Isi buku mencakup pembahasan mendalam tentang konsep dasar e-learning, teori dan model gamifikasi pendidikan, strategi desain pembelajaran digital, pengembangan media interaktif, serta evaluasi efektivitas penerapan e-learning berbasis gamifikasi. Disertai dengan contoh penerapan nyata dalam mata kuliah Teknologi Pendidikan, buku ini menghadirkan panduan langkah demi langkah mulai dari perencanaan, pengembangan modul digital, hingga implementasi dan evaluasi hasil belajar mahasiswa.

Selain itu, buku ini juga menyoroti berbagai tantangan dan peluang yang muncul dalam penerapan e-learning di perguruan tinggi, seperti kesiapan infrastruktur digital, kompetensi pedagogik dosen, literasi digital mahasiswa, serta peran kebijakan institusional dalam mendukung pembelajaran daring yang bermutu. Dengan pendekatan akademik dan berbasis riset, buku ini diharapkan menjadi sumber referensi yang kredibel untuk mendukung transformasi pembelajaran menuju arah yang lebih modern, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Melalui penyajian yang sistematis, bahasa ilmiah yang mudah dipahami, serta dilengkapi dengan contoh penerapan, ilustrasi, dan hasil penelitian pendukung, buku ini layak dijadikan rujukan utama bagi mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan, dosen, pengembang e-learning, maupun praktisi pendidikan yang berkomitmen mengembangkan pembelajaran inovatif di era digital. Dengan membaca buku ini, pembaca akan memperoleh wawasan menyeluruh tentang bagaimana gamification dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, memperkuat interaksi pembelajaran, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna di lingkungan e-learning.

Rp50,000
Quick View
Read more

Pembuatan Busana Daerah Istimewa Yogyakarta

SINOPSIS



Buku Pembuatan Busana Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan panduan komprehensif yang menyajikan pengetahuan mendalam tentang warisan busana tradisional Yogyakarta, mulai dari akar sejarahnya hingga proses teknis pembuatan beragam jenis busana adat. Disusun sebagai referensi pendidikan vokasional bidang tata busana, buku ini menggabungkan aspek budaya, estetika, dan keterampilan teknis dalam satu kesatuan yang utuh.

Buku ini diawali dengan uraian mengenai pentingnya pelestarian busana tradisional sebagai identitas budaya dan aset warisan tak benda yang harus dijaga. Pembaca diajak memahami konteks sosial budaya Yogyakarta, peran Keraton dalam membentuk tradisi busana, serta pengaruh nilai-nilai Jawa yang tercermin dalam setiap detail tampilan.

Selanjutnya, buku ini mengklasifikasikan ragam busana daerah Yogyakarta, baik busana keraton, busana rakyat, hingga busana upacara adat. Penjelasan dilengkapi dengan fungsi sosial, makna simbolik, dan penggunaannya di berbagai kesempatan budaya.

Bagian inti buku menyajikan panduan teknis pembuatan berbagai busana khas Yogyakarta, seperti Kebaya Kartini/ Tangkepan, Kebaya Kutubaru, Kain Jadi (jarik batik Yogyakarta beserta ragam motifnya), Longtorso, serta Surjan. Setiap jenis busana dijelaskan dengan runut mulai dari konsep desain, pembuatan pola dasar menggunakan beberapa sistem konstruksi, proses pecah pola, perencanaan bahan dan harga, hingga langkah kerja penjahitan yang sistematis. Penyajian ini menjadikan buku sebagai sumber belajar praktis bagi mahasiswa, perajin, hingga penggiat budaya.

Dengan cakupan materi yang luas namun tersusun terstruktur, buku ini tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman pembaca tentang filosofi dan nilai budaya yang melekat pada busana daerah Yogyakarta. Kehadiran buku ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian, regenerasi pengetahuan, serta pengembangan pendidikan vokasional berbasis budaya Nusantara.

Rp130,000
Quick View
Read more

Pendidikan Vokasi, Profesi & Akademik

SINOPSIS



Bab I berfungsi sebagai fondasi konseptual buku. Bab ini menguraikan perbedaan jenis pendidikan di Indonesia umum, akademik, vokasi, profesi, dan kejuruan berdasarkan kerangka yuridis nasional (UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi). Pembahasan asal-usul istilah vokasi dari perspektif historis dan sosiologis memperkaya pemahaman bahwa vokasi bukan sekadar “pendidikan praktik”, melainkan pendidikan berbasis panggilan kerja yang berevolusi seiring perkembangan kapitalisme dan industri.

Bab II menampilkan narasi historis yang kaya dan detail, khususnya peran strategis kerja sama internasional (Swiss, Australia, Jepang, Selandia Baru) dalam merintis pendidikan politeknik di Indonesia. Penulis menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia sejak awal dibangun dengan pendekatan production-based education dan teaching factory, bukan sekadar adaptasi dari pendidikan akademik.

Bab III menggeser fokus dari sejarah ke desain kurikulum. Penulis menjelaskan konsep kurikulum secara komprehensif, lalu membandingkan berbagai model kurikulum (lego, spiral, piramida). Studi kasus pendidikan vokasi Australia (TAFE dan training package) menjadi contoh konkret bagaimana kurikulum vokasi dirancang modular, berjenjang, dan berbasis kompetensi

Bab IV merupakan inti akademik buku. mengulas konsep kompetensi dari berbagai perspektif pendidikan, manajemen, psikologi, dan kebijakan publik serta membedakan secara tajam antara competency dan competence. Integrasi teori internasional (Bowden, Hoffmann, O*NET) dengan konteks regulasi Indonesia memperlihatkan kedalaman analisis

Bab V berfokus pada pendefinisian dan penegasan identitas pendidikan vokasi, dengan menggunakan International Standard Classification of Education (ISCED) 2011 sebagai kerangka rujukan utama. Penulis menjelaskan bahwa ISCED tidak sekadar mengelompokkan pendidikan berdasarkan institusi, melainkan berdasarkan tujuan pembelajaran, hasil belajar, dan karakteristik program. Dalam kerangka ini, pendidikan vokasi ditempatkan sebagai jalur yang sah, setara secara kualifikasi, namun berbeda secara orientasi (misi) dibanding pendidikan akademik

Bab VI membahas transformasi kelembagaan pendidikan vokasi dengan menyoroti perkembangan sekolah teknik (HTL) di Swiss dan Eropa yang kemudian bertransformasi menjadi University of Applied Sciences (UAS) dalam kerangka Bologna Process. Penulis menunjukkan bahwa perubahan ini bukanlah akademisasi vokasi, melainkan penguatan pendidikan terapan melalui integrasi pendidikan, praktik industri, dan riset aplikatif. Bahwa UAS tidak identik dengan pendidikan vokasi murni, tetapi merupakan bentuk pendidikan tinggi terapan yang menjembatani dunia vokasi, profesi, dan akademik. Dalam konteks Indonesia, bab ini menjadi refleksi kritis terhadap posisi politeknik dan wacana pengembangan Universitas Sain Terapan, agar tidak terjebak pada penyeragaman dengan universitas akademik

Rp85,000
Quick View
Read more

Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Panduan Praktis dan Aplikatif bagi Guru

SINOPSIS

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan buku panduan komprehensif yang dirancang untuk membantu mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan memahami serta melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas secara sistematis, ilmiah, dan aplikatif. Buku ini menguraikan seluruh tahapan PTK mulai dari identifikasi masalah pembelajaran, analisis akar masalah, penyusunan kajian teori, perencanaan tindakan, pengumpulan dan analisis data, hingga penulisan laporan dan publikasi ilmiah. Dengan pendekatan yang kontekstual terhadap realitas pembelajaran di Sekolah Dasar, buku ini membimbing pembaca untuk menjadi guru yang reflektif, inovatif, dan berbasis data dalam mengambil keputusan pembelajaran. Berbagai contoh instrumen, tabel, lembar observasi, teknik analisis data, serta panduan evaluasi mandiri disajikan secara praktis sehingga mudah diterapkan di lapangan.

Keunggulan buku ini terletak pada integrasi metode penelitian klasik dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), seperti pemanfaatan ChatGPT, Gemini, Elicit, Research Rabbit, Mendeley, dan Zotero untuk mendukung proses penelitian yang lebih efektif dan efisien. Dengan bahasa yang sistematis dan mudah dipahami, buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa pendidikan, guru, peserta PPG, serta pendidik yang ingin meningkatkan profesionalisme melalui budaya meneliti dan perbaikan pembelajaran berkelanjutan. Buku ini tidak hanya mengajarkan cara melakukan PTK, tetapi juga membentuk guru sebagai peneliti yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Rp50,000
Quick View
Read more

Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Desa

SINOPSIS



Buku ini membahas tentang Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Desa, dimana dalam UU tentang Desa menyata­kan bahwa pembangunan Desa dilaksanakan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Desa dan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan seluruh masyarakat Desa dengan semangat gotong royong serta memanfaatkan kearifan lokal dan sumber daya alam Desa. Pembangunan lokal berskala Desa dilaksanakan sendiri oleh Desa, sedangkan pelaksanaan program sektoral yang masuk ke Desa diinformasikan kepada Pemerintah Desa untuk diintegrasikan dengan Pembangunan Desa. Selanjutnya, mengenai pelaksanaan pembangunan desa bahwa pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya bagi kesejah­teraan masyarakat Desa.

Pengawasan dan pemantauan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pembangunan Desa yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat Desa, dimana Masyarakat Desa berhak melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pembangunan Desa yang menjadi dasar pembahasan dalam musyawarah Desa. Pemantauan pembangunan Desa oleh masyarakat Desa dilakukan pada tahapan perencanaan pembangunan Desa yang dilakukan dengan cara menilai penyusunan RPJM Desa dan RKP Desa, dan pelaksanaan pembangunan Desa yang dilakukan dengan cara menilai antara lain pengadaan barang dan/atau jasa, pengadaan bahan/material, pengadaan tenaga kerja, pengelolaan adminis­trasi keuangan, pengiriman bahan/material, pembayaran upah, dan kualitas hasil kegiatan pembangunan Desa. Hasil pemantauan pembangunan Desa dituangkan dalam format hasil pemantauan pembangunan Desa.

Revolusi mental yang diusung Presiden Jokowi merupa­kan transformasi kultural yang berarti “berpikir benar dan bertindak benar”. Revolusi mental ini adalah perang terhadap keburukan-keburukan yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia seperti korupsi, pungli, diskriminasi, pelecehan seksual terstruktur, serta tindak amuk massa. Jika revolusi mental dibumikan ke ranah pemberdayaan desa maka ada sejumlah mental baru yang perlu segera ditumbuhkembangkan yaitu Tradisi Berdesa, Perubahan Mental Kepemimpinan dan. Gerakan warga aktif serta swadaya politik rakyat.

Adapun bahasan materi dalam buku ini terdiri dari 8 (delapan) Bagian yaitu Bagian 1 membahas tentang Adminis­trasi dan Informasi Desa. Bagian 2 membahas tentang pemahaman pembangunan desa. Bagian 3 membahas tentang program dan kegiatan pembangunan desa. Bagian 4 membahas tentang pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. Bagian 5 membahas tentang pengawasan pembangunan desa. Bagian 6 membahas tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Desa. Bagian 7 membahas tentang Pertanggung­jawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Bagian 8 membahas tentang revolusi mental pemerintahan desa.

Mari Berdesa… Desa Maju… Negara Maju…

Membangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Dari Miangas sampai Pulau Rote

Mari Cinta dan Dukung Kemajuan Indonesia

Tuhan Memberkati Kita Semua,

Rp85,000
Quick View
Read more

Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi Holistik Pembentukan Pribadi dalam Ekosistem Pendidikan

SINOPSIS

 

Strategi Holistik Pembentukan Pribadi dalam

Ekosistem Pendidikan mengajak pendidik, pemimpin

sekolah, dan praktisi pendidikan untuk melihat

pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia

bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis,

tetapi sebagai proses membangun manusia utuh

yang tangguh, etis, empatik, dan kolaboratif.

Mengintegrasikan empat pilar utama—Asset Based

Thinking, Kepemimpinan Melayani, nilai lokal Silih

Asih–Asah–Asuh, serta Kepribadian dan Komunikasi

Interpersonal—buku ini menghadirkan model praktis

dan kontekstual untuk membentuk pribadi

profesional yang mampu menjawab tantangan

pendidikan abad ke-21 dengan kekuatan potensi,

nilai budaya, dan hubungan sosial yang sehat.

Rp150,000
Quick View
Read more