Membedah Qatar
SINOPSIS
Buku ini ingin membahas negara Qatar lebih dalam menyangkut sejarah, kondisi geografis, hubungan internasional, budayanya, dan keindahan arsitektur beberapa masjid di Doha, ibukota Qatar. Juga disajikan informasi tentang masakan tradisionalnya, isu berburu kerja, suka duka tinggal di negara emirat itu, kunjungan wisata ke tempat” yang favorit, pro kontra tentang Qatar dan gambaran sekilas tentang Qatar yang toleran. Dengan memperdalam konten tersebut, diharapkan Anda bisa mengenal lebih luas dan lebih dalam tentang Qatar.
Selamat membaca.
MIGLEZOOM (Microsoft Office, Google Meet, Dan Zoom)
SINOPSIS
Buku MIGLEZOOM (Microsoft Office, Google Meet, dan Zoom) ini dibuat dengan tujuan meningkatkan keterampilan dasar mahasiswa dalam menggunakan dan mengoperasikan perangkat keras komputer dengan benar, memanfaatkan perangkat lunak Microsoft Office (Microsoft Excel, Microsoft Excel, Microsoft Power Point) sebagai media pengolah kata, pengolah angka, dan pembuat bahan presentasi, serta memberikan petunjuk dalam penggunaan aplikasi Google Meet, dan Zoom.
Panduan Menjadi MC dan Moderator
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………… iii
Sambutan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Bandung ……………. vi
Daftar Isi ……………………………………………….. viii
BAGIAN SATU ……………………………….. 1
BAGIAN DUA
A.. Pengantar ………………………………………… 9
B.. Tahapan Tugas MC ……………………………… 10
a. Merancang Acara ……………………………… 10
b. Membawakan Acara ……………………. 12
C.. Tips Kreatif Pewara/ MC ……………………… 14
D.. Contoh Narasi MC Pembukaan Seminar ………………………………. 17
BAGIAN TIGA ………………………………………………. 25
A.. Pengertian Diskusi ………………………… 25
B.. Fungsi Diskusi ………………………………….. 25
C.. Jenis Diskusi …………………………………… 26
D.. Kiat Sukses Diskusi ……………………………… 30
E.. Tugas Moderator Diskusi …………………………… 34
F.. Membuka ………………………………………… 35
G.. Memperkenalkan ………………………….. 35
H.. Menjelaskan ………………………………. 36
I.. Mempersilakan ……………………………….. 36
J.. Mengarahkan ……………………….. 38
a. Menyimpulkan ………………………………. 38
b. Menutup …………………… 39
K.. Contoh Narasi Moderator ………………. 39
L.. Teknik Pengaturan Sesi Paralel ………………………….. 43
BAGIAN EMPAT………………………………. 45
A.. Membawakan Acara Itu Mudah ………………….. 48
B.. Membawakan Acara: Perpaduan Ilmu dan Seni ……….. 49
C.. Jenis dan Etika Membawakan Acara ………………… 50
D.. Membawakan Acara Seremonial …………………….. 51
E.. Pembawa Acara Enterteinmen …………………….. 51
F.. Etika Pembawa Acara ………………………………… 52
BAGIAN LIMA………………………………. 55
A.. Mengenal dan Memahami Diri Sendiri ……………. 55
B.. Penampilan yang Baik ………………………… 56
- Keserasian Pakaian ………………… 57
- Bersikap Wajar ………………………… 57
- Ramah dan Wajah Berseri ………………….. 58
- Tidak Emosional dan Tetap Semangat ……………………………. 59
- Memiliki Pribadi yang Menyenangkan …………………………………. 60
- Disiplin dan Konsekuen ……………………………… 60
- Kreatif and Penuh Ide ……………………… 61
- Menjaga Perasaan Hadirin …………………. 62
- Mampu Bekerja Sama ………………………. 63
- Pandai Mengatur Waktu ……………….. 64
BAGIAN ENAM ……………………… 67
A.. Acara Pernikahan ……………………………………….. 67
B.. Acara Serah Terima CPP …………………………. 67
C.. Acara Akad Nikah ………………………………. 68
D.. Acara Resepsi ………………………………………. 69
E.. Narasi MC Pernikahan …………………………….. 70
a. Acara Penyambutan Keluarga CPP ………………………………… 70
b. Acara Serah Terima ………………………………………………………… 71
c. Acara Akad Nikah ………………………………………………………….. 73
d. Acara di Gedung Resepsi, Pukul 11.00-14.30 ………………….. 75
BAGIAN TUJUH…………………….. 79
A.. Merancang Acara …………………………. 79
B.. Beberapa Contoh Kalimat Pembuka-Mukadimah Acara ………. 83
C.. Beberapa Contoh Kalimat Penutup Acara …………………………….. 84
D.. Beberapa Contoh Narasi MC ………………………………………………… 86
BAGIAN DELAPAN……………………………… 97
A.. Memahami Diri Sendiri …………………………….. 97
B.. Berpenampilan Baik ……………………………….. 98
a. Keserasian Pakaian …………………………………………………………. 99
b. Bersikap Wajar ……………………………………………………………….. 99
c. Ramah dan Wajah Berseri ………………………………………………. 100
d. Tidak emosional dan Tetap Semangat …………………………….. 101
C.. Pribadi yang Menyenangkan ………………………………………………… 102
D.. Berdisiplin ……………………………………………………………………………. 102
E.. Kreatif-Kaya Ide ……………………………………………………………………. 103
F.. Bertenggang Rasa …………………………………………………………………. 105
G.. Bekerja Sama ………………………………………………………………………… 106
H.. Pandai Mengatur Waktu ………………………………………………………. 107
BAGIAN SEMBILAN ……………….. 109
A.. Berlatih: Memaksimalkan Potensi …………………………………………. 110
B.. Peran Strategis: Pembawa Acara …………………………………………… 112
C.. Tips Mudah Membawakan Acara …………………………………………. 114
a. Mengetahui Tujuan dan Susunan Acara …………………………. 114
b. Penguasaan Bahasa ………………………………………………………… 114
c. Pengaturan Suara …………………………………………………………… 118
d. Mengatur Nafas ……………………………………………………………… 119
e. Mengenal dengan Baik Mic sebagai Alat Pengeras/Pelantang Suara ……………….. 120
f. Mengenal dengan Baik Mic sebagai Alat Pengeras Suara …….. 122
BAGIAN SEPULUH …………………….. 125
BAGIAN SEBELAS ……………………….137
BAGIAN DUA BELAS ………………….. 183
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………. 203
TENTANG PENULIS ………………………………………………….. 204
PEDE (Percaya Diri) SAJA
DAFTAR ISI
PERSEMBAHAN ~ iii
TERIMA KASIH ~ iv
SAMBUTAN KETUA DKM AS SAFIIR STP BANDUNG ~ vii
KATA SAMBUTAN DOSEN UNIVERSITAS NEGERI MALANG DAN PEMERHATI PENDIDIKAN ~ ix
KATA PENGANTAR ~ xiii
DAFTAR ISI ~ xv
DAFTAR GAMBAR ~
Bagian Kesatu
AYO BANGKIT INDONESIAKU! ~ 1
Bagian Kedua
KITA ADALAH PEMENANG BUKAN PECUNDANG ~ 9
Bagian Ketiga
ANUGERAH TERINDAH ITU MULTIKECERDASAN ~ 19
Bagian Keempat
MARI BERBAGI ~ 31
Bagian Kelima
BERPACU DALAM WAKTU ~ 51
Bagian Keenam
BERBUDI BAHASA SANTUN ~ 65
Bagian Ketujuh
SAYANGI DIRIMU ~ 85
Bagian Kedelapan
NIKMATI DAN SYUKURI APAPUN YANG ADA ~ 107
DAFTAR PUSTAKA ~ 127
BIODATA ~ 131
Pemimpin Efektif Bangsa Cerdas
SINOPSIS
Buku ini secara keseluruhan menyajikan informasi tentang bagaimana menjadi pemimpin yang selalu menampakkan sikap tenang dalam menghadapi situasi kritis, sehingga dapat melewati masa-masa kritis dengan pikiran yang tenang, dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Buku Pemimpin Efektif Bangsa Cerdas ini penting dipelajari oleh para pembaca, karena buku ini berisi bagaimana seharusnya menjadi pemimpin dapat mengambil keputusan di masa kriris. Kemudian seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan manajerial yang baik serta memiliki soft skill sehingga dapat mengatasi situasi krisis yang sedang dihadapi pemimpin, sehingga pemimpin dapat mengambil langkah tepat, cermat serta dapat meminimalisir kerugian maupun kerusakan yang diprediksi akan terjadi apabila masalah tersebut tidak segera diatasi.
Pengambilan Keputusan dalam Restrukturisasi Perusahaan Guna Kerberlanjutan Bisnis (Disertai Contoh Kasus & Perhitungan)
SINOPSIS
Buku ini melengkapi buku seri pertama berjudul Strategic Financial Management dimana pada bab terakhir buku terdahulu telah dibahas secara singkat mengenai Merger & Akuisisi. Buku ini secara keseluruhan fokus pada pembahasan restrukturisasi organisasi/ perusahaan.
Bab pertama buku ini membahas mengenai pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, hal mana kerap terjadi di dalam kehidupan berorganisasi. Diskusi mengenai pemecahan masalah akan melahirkan gagasan-gagasan baru namun yang terpenting adalah melaksanakan gagasan tersebut. Untuk itu bab kedua akan membahas mengenai implementasi gagasan yang diikuti dengan bab ketiga yaitu mengenai perencanaan strategis guna mendukung implementasi gagasan tersebut. Bab keempat yang membahas tentang analisis tingkat keuntungan pelanggan dan bab kelima yang membahas manajemen persediaan dan pembelian just-in-time merupakan langkah-langkah yang umumnya dilakukan oleh pimpinan organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan juga keefektifan dalam penggunaan sumber daya; hal ini umum dilakukan oleh pimpinan perusahaan ketika perusahaan mulai mengalami kesulitan keuangan. Langkah selanjutnya bila kedua hal tersebut belum berhasil adalah melakukan restrukturisasi perusahaan yang akan dibahas pada bab 6, langkah ini mencakup berbagai hal seperti pencapaian sinergi, dan melakukan merger yang akan dibahas pada bab 7 dan bab 8. Bab 9 membahas mengenai transfer pricing yang umumnya dilakukan oleh perusahaan multinasional yang memiliki anak perusahaan di luar negeri guna meningkatkan laba perusahaan. Bab 10 akan merangkum tujuan utama dari seluruh rangkaian dari Bab 1 sampai 9 dan menjelaskan makna penting dan cara mencapai pengembangan bisnis berkelanjutan.
Pengawasan Pendidikan
SINOPSIS
Di dalam penyelenggaraan pengajaran di sekolah, kegiatan yang paling utama adalah interaksi antara guru dan siswa di kelas, perlu adanya pengawasan atau supervisi agar tujuan sekolah berjalan sebagaimana yang ditetapkan. Sekolah dalam hal ini guru dan kepala sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran, tidak dapat merangkap sebagai pengawas untuk mengawasi diri sendiri dalam pelaksanaan tugas, kalaupun ada yang melakukan pengawasan terhadap kinerja sendiri hasilnya akan cenderung subjektif. Mengingat pengawas sekolah juga berasal dari guru, dan dalam melaksanakan tugas kepengawasan adalah memiliki tujuan yang sama dengan guru dan kepala sekolah yaitu terlaksananya tujuan sekolah, maka pengawas sekolah pada hakekatnya adalah mitra guru dan kepala sekolah dalam mencapai tujuan bersama. Berbeda dengan tujuan Inspektorat dan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) yaitu mengaudit aliran keuangan institusi Pemerintah/Pemerintah Daerah.Dengan demikian, walaupun pengawas sekolah memiliki tujuan yang sama dengan guru dan kepala sekolah, ketiga “trio” pelaku utama pendidikan; guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah memiliki tugas dan fungsi yang berbeda; kepala sekolah sebagai perencana, guru sebagai pelaksana, dan pengawas sekolah sebagai pemeriksa kesesuaian proses pelaksanaan dan ketercapaian tujuan ditetapkan.
Dibandingkan dengan guru dan kepala sekolah, posisi pengawas dalam struktur organisasi pendidikan di Indonesia sedikit berbeda. Posisi guru dan kepala sekolah berada di sekolah. Atasan guru adalah kepala sekolah, dan atasan Kepala SD adalah Ka. UPTD atau Kepala Cabang Dinas Pendidikan di kecamatan, sedangkan Kepala Sekolah Menengah atasannya adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. Dari sisi penilaian kinerja, guru dinilai oleh kepala sekolah, kepala SD dinilai oleh Kepala UPTD Kecamatan, sedangkan para kepala SMA dinilai oleh Kadis Pendidikan melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar atau Kepala Bidang Pendidikan Menengah.
Secara nasional, pengawas pendidikan berada dalam lingkup kerja Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen, Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud. Di tingkat kabupaten/kota pengawas TK/SD bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala UPTD Kecamatan, sementara pengawas bidang studi/mata pelajaran/rumpun mata pelajaran pada SMP/MTs, SMA/MA dan SMK bertanggungjawab langsung pada kepala dinas pendidikan.
Perkembangan Teknologi Komunikasi di Pemerintahan
SINOPSIS
Sebuah cara pandang yang sangat unik, yang menempatkan keterkaitan tentang Media, Pemerintahan dan Populasi dalam konteks Komunikasi, Teknologi, dan Kekuasaan yang dijelaskan dalam buku ini mencoba untuk membuka cakrawala berpikir, bagaimana komunikasi dan Kekuasaan mempunyai peranan yang sangat erat dan tidak di dapat dipisahkan begitu saja sehubungan dengan perkembangan jaman yang dirunut dari Sejarah Media Komunikasi, dan perkembangannya.
Bukan saja tentang diksi sebuah perubahan jaman, namun semuanya mengandung sejarah sejak teknologi, media, komunikasi dan Politik dan perkembangannya, yang menuntut semua lapisan masyarakat dan pemerintahan seolah merubah haluan kebiasaan berkomunikasi seiring dengan perkembangan jaman Digital.

