| ISBN | ON PROCESS |
|---|---|
| Jumlah Halaman | xii + 416 Halaman |
| Edisi | Cetakan ke 1 Tahun 2025 |
| Author |
Aholiab Watloly |
Mendulang Logos dalam Kosmos Nusantara Kosmologi Nusantara Menyelami Makna, Rasio, dan Harmoni dalam Rumah Kosmos Kepulauan Nusantara
SINOPSIS
Buku Mendulang Logos dalam Kosmos Nusantara hendak mengajak bangsa untuk kembali ke jalan dunia Nusantara. Sebuah jalan kosmos yang meliputi dunia-dunia lainnya dan mendasari serta mewarnainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebuah ajakan untuk memikirkan dunia kepulauan Nusantara yang hakiki dan fundamental dengan menggali dan mendulang nilai, makna. dan kekayaan spiritualitas, guna mencari kebenaran serta rasionalitas yang tersembunyi dalam tatanan, dunia, dan misteri hati serta jiwa manusia kepulauan Nusantara dengan kedalaman perenungan dan penghayatan. Mendulang logos dalam kosmos Nusantara untuk menyingkap cahaya makna akal budi dalam jiwa kosmos kepulauan Nusantara. Menggali bukan permukaan kenyataan, melainkan menelusuri akar rasionalitas dari segala keberadaan diri, tatanan semesta alam raya Nusantara, hingga relasi antarmanusia dan antarmanusia dengan tanah air kepulauan Nusantara. Dengan menulang logos dalam kosmos Nusantara, orang menemukenali dan merefleksikan serta menyingkapkan cetusan jiwa dan hasrat batin yang sedalam dalamnya yang menjadi bejana ilahi, dalam keduniawian kosmos Nusantara. Bejana Sang semesta itu terwujud dalam hakikat dan aktualitas semesta alam raya Nusantara yang kompleks dan rumit namun tertata secara utuh dan harmoni dalam sebuah tatanan dunia yang hakiki.
Mendulang logos dalam keduniawian kosmos Nusantara, membuat orang tercerahkan dalam kemurniah hati dan jiwa dengan rasio kosmos Nusantara untuk meniru atau meneladani cara Tuhan dalam jalan spiritual masyarakat kepulauan Nusantara. Berpetualangan ke batin spiritual Nusantara yang tinggi, membuat orang dapat memperoleh tingkat kepribadian yang utuh dan bijaksana.
Kosmos Negeri Laut kepulauan Nusantara, bukan sebuah negeri yang sudah terbentuk sejak semula, karena Nusantara adalah sebuah arena kepulauan yang begitu luas dengan aneka ragam suku, budaya, bahasa, agama, kepercayaan suku, dan sebagainya. Sebuah kenyataan yang sarat segerasi, kacau balau, tidak teratur, anarkis dan saling beroposisi aktif dalam determinasi alam kepulauan dengan lautannya yang luas. Semua fenomena itu menunjukkan awal dan proses pengkosmosan Nusantara yang tidak mudah. Mengkosmos di jantung Negeri kepulauan Nusantara dengan aneka gugusan pulau-pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, membentuk sebuah jagat kebudayaan yang dikenal sebagai Nusantara, adalah sebuah ruang hidup yang penuh keragaman, kontradiksi, dengan kekayaan nilai, makan dan simbolisme. Di tengah kompleksitas jantung Negeri laut yang disebut Nusantara itu, tersimpan suatu kosmologi sebagai cara memandang dunia kepulauan Nusantara yang tidak semata-mata logis, tetapi juga simbolik, spiritual, dan menyatu dengan alam. Namun, seperti semesta yang luas, kosmos Negeri laut Nusantara itu tidak hadir sebagai ruang yang steril dan seragam. Ia justru berdiri kokoh di antara kutub keteraturan dan chaos, harmoni dan konflik, keseimbangan dan gejolak. Kenyataan inilah yang menjadikan kosmos kepulauan Nusantara itu khas sekaligus dinamis.
Laut kepulauan Nusantara adalah logos yang cair, yang berbicara bukan dengan bahasa tertulis, tetapi dengan narasi. Ia adalah prinsip rasional, keteraturan kosmik, dan struktur makna yang menjadi dasar segala hal. Herakleitos, dengan Panta Rhei (semuanya mengalir), menganggap bahwa logos adalah prinsip yang menyatukan perubahan. Logos Nusantara itu sendiri adalah logos yang cair, ia mengalir membentuk tatanan yang dinamis dan menghubung-hubungkan, ia bukan struktur tetap. Ia membangun perjumpaan-perjumpaan yang penuh konfrontasi (ber-incounter) dari kepadatan egoisme daratan pulau-pulau yang eksklusif dengan segala klaim kebenaran di dalam kegoncangan yang mendalam dan mendasar, sambil saling menerobos dan saling menyerap serta saling menyusup (aku di dalam engkau-engkau di dalam aku).
Dengan itu, mereka saling mengenal, merasakan, mentaksasi nilai diri dan saling mendefinisi arti diri masing-masing secara harmoni dengan sebuah intensitas kejiwaan sebagai masyarakat Nusantara yang majemuk-bipolar. Mereka saling mendasari, saling mewarnai, dan saling mengangkat serta saling mempertajam dengan aneka potensi dan aktus secara bertahap. Hidup berkonfrontasi, makin bertransformasi dalam konsep diri, hati diri, budaya diri dan laku diri bersama sebagai “kita”.
Negeri Laut Kepulauan Nusantara terdiri dari 17.508 pulau dan lautan menjadi faktor dominan, membuat negeri ini, ibarat sebuah taman kosmos yang kaya dengan aneka perbedaan substansi pengkosmos, namun tertata secara harmoni dalam sebuah mata rantai pengkosmosan kepulauan Nusantara. Semuanya terfasilitasi dan terbimbing dalam rasio kosmos kepulauan Nusantara, membentuk mata rantai keutuhan bangsa yang majemuk-berbhinneka. Mereka saling menampung secara sejajar, sederajat dan seukuran, saling melayani, dan saling rukun bersaudara sebagai satu keluarga dalam rumah tangga kosmos Nusantara. Negeri Nusantara bukan hanya sebuah rumah fisik, melainkan rumah jiwa dan hati bersama.
Eksistensi manusia kepulauan Nusantara pun hidup dan bertengger dalam sangkar kosmos kepulauan Nusantara. Mereka terorganisir dalam berbagai rumpun pulau, menjadi satu kesatuan sosial yang unik. Mereka bersaudara, berumahtangga, berkeluarga, dan bermasyarakat serta bangsa secara lintas pulau sebagai masyarakat kepulauan Nusantara yang ber “Bhinneka Tunggal Ika” di rumah kosmos Nusantara. Kosmos kepulauan Nusantara bukan lagi sekedar sebuah bentangan geografis, melainkan sebuah medan dengan kepadatan makna dengan kekayaan simbolik, budaya dan spiritual, sebagai dunia hakiki dan fundamental yang mendasari dan mewarnai dunia-dunia lainnya dalam mensejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti; dunia politik, dunia ekonomi, dunia sosial, dunia budaya, dunia pendidikan, dunia keilmuan dan teknologi, dunia pembangunan, dunia pemerintahan, dan lainnya. Kosmologi Nusantara adalah kosmologinya masyarakat kepulauan Nusantara, karena hanya masyarakat manusia Nusantaralah yang mengkosmos atau mendunia dalam hubungan korelasional dan antaraksi dengan tanah air kepulauan Nusantara yang infrahuman, human dan budaya.





