| ISBN | ON PROCESS |
|---|---|
| Edisi | Cetakan ke -1 Tahun 2025 |
| Jumlah Halaman | 260 Halaman |
| Author |
Nasir | Ridwan Deluma | Dwi Wahyuningsih | Eka Mariati | Hajaruddin | Ersyanda Yunarzat | Marlina Deli | Roslani | Saharuddin |, Rapena Yunus | Hamsah | Nuraidah | Astinaningsih | La Baso | Nasriah | Fitriany Amir | Asmawati | Nini Fitriani | Sahidin | Sri Marni | Titi fatmawati | Lilianti | Muallimah |
Kepemimpinan Pendidikan dalam Implementasi Inklusif (Kajian Teoretis dan Konseptual)
SINOPSIS
Buku ini mengupas secara mendalam konsep, prinsip, serta praktik pendidikan inklusif dari perspektif kepemimpinan pendidikan. Berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar wacana kebijakan, melainkan paradigma yang menegaskan kesetaraan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan bermutu, buku ini menghadirkan analisis kritis atas realitas implementasi pendidikan inklusif di Indonesia yang masih penuh tantangan.
Disajikan secara sistematis, buku ini menjelaskan latar belakang pentingnya pendidikan inklusif, manfaat yang dapat diperoleh, hingga berbagai problematika di lapangan. Selanjutnya, pembahasan diperluas dengan kajian landasan filosofis, yuridis, dan kebijakan nasional yang mendukung, serta teori-teori kepemimpinan pendidikan seperti kepemimpinan transformasional, instruksional, dan distributed leadership, yang diaplikasikan dalam konteks sekolah inklusif.
Tidak hanya berhenti pada tataran konsep, buku ini juga menawarkan strategi praktis kepemimpinan, mulai dari perancangan program inklusi, pengembangan profesionalitas guru, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, hingga penciptaan lingkungan belajar yang ramah disabilitas. Keunggulan lain dari buku ini adalah hadirnya model konseptual kepemimpinan inklusif yang disusun dari sintesis teori dan pengalaman nyata, hasil kolaborasi akademik antara dosen dan mahasiswa Program Magister Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Buku ini diharapkan memberi kontribusi baik dalam pengembangan literatur akademik maupun praktik pendidikan inklusif di lapangan. Para akademisi akan memperoleh referensi ilmiah yang memperkaya khazanah keilmuan kepemimpinan pendidikan, kepala sekolah dan guru dapat menjadikannya pedoman praktis, sedangkan pembuat kebijakan dapat menemukan perspektif baru dalam merumuskan regulasi yang lebih berpihak pada inklusi.





