| ISBN | ON PROCESS |
|---|---|
| Jumlah Halaman | xx + 384 Halaman |
| Edisi | Cetakan ke 1 Tahun 2026 |
| Author |
Dr. Irham, MA.Pd. |
Titik Temu dalam Tradisi Ilmiah Islam Kontemporer Mewujudkan Moderatisme Perguruan Tinggi Islam
Sinopsis
Corak kajian Islam di dunia terbelah ke dalam tradisi ilmiah Timur Tengah dan Barat, antara perspektif insider dan outsider. Kedua corak ini hingga sekarang dianggap kontradiksi/tidak saling ketemu, padahal sama-sama kajian Islam. Meski tradisi ilmiah studi Islam di Barat sudah mengalami evolusi, namun masih saja orientasinya berbeda dengan studi Islam di Timur Tengah. Buku ini mengungkapkan dan membuktikan adanya corak baru kajian Islam sebagai titik temu dari tradisi ilmiah Timur Tengah dan Barat. Titik temu ini melahirkan kebaruan yang selanjutnya dikatakan sebagai sintesis antara tradisi ilmiah model Timur Tengah dan Barat. Tujuan buku ini ingin mengungkapkan corak ilmiah studi Islam di dunia era sekarang. Untuk mencapai tujuan ini penulis melakukan penelitian tentang corak studi Islam di tiga universitas besar di dunia yaitu Universitas al-Azhar, Kairo Mesir, Universitas McGill, Kanada Amerika Utara, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta Indonesia. Dari ketiga universitas tersebut yang menjadi fokus kajian adalah lembaga pascasarjana. Secara khusus penulis melakukan penelusuran dari aspek kurikulum studi Islam di ketiga universitas tersebut. Buku ini ingin menegaskan tentang temuan yang menarik terkait dengan corak studi Islam yang berkembang selama ini baik di Timur Tengah maupun di Barat. Buku ini menemukan adanya corak baru studi Islam di antara dua corak sebelumnya, khususnya yang ditemukan di UIN Jakarta merupakan “sintesis akademik”. Sintesis ini basisnya adalah integrasi pada aspek kurikulum dan aspek area studi Islam yang holistik, epistemologi kolaboratif dan pendekatan multi-interdisiplin. Asas terbentuknya sintesis karena ada dialektika sejarah yang berkesinambungan, faktor genealogis dan dialektika akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa corak sintesis akademik studi Islam sebagai corak ketiga perpaduan dari tradisi akademik Timur Tengah dan Barat, antara perspektif insider dan outsider, dengan kata lain sebagai tradisi ilmiah intersubjektif atau intersider. Tradisi akademik ini dalam perspektif pendidikan postformal dapat mendorong terwujudnya kesadaran dan budaya integral. Kehadiran buku ini dapat berimplikasi pada pengembangan kajian Islam dan pendidikan tinggi Islam futuristik.





