Cart : Rp. 0
 
Penerbit Alfabeta Bandung
 
Manajemen Kewirausahaan Masyarakat Desa
Kategori : Buku Kewirausahaan - Kewirausahaan
Penulis : Dr. Dede Jajang Suyaman, S.E., M.M.
Penerbit : Penerbit Alfabeta
Tebal Buku : 240 Halaman
Berat Buku : 310 Gram
Harga : Rp 50.000 / EXEMPLAR
   

Selama ini, proses pembangunan dan pola pemberdayaan desa umumnya menciptakan ketergantungan. Sehingga desa tidak tumbuh menjadi desa yang mandiri dalam mengurus dan mengelola sumber daya dan potensi yang dimilikinya, termasuk jaringan sosial yang telah tumbuh dan berkembang di desa. Kekuatan dari potensi jaringan sosial, seperti semangat kegotong-royongan dan kepercayaan (trust) belum dapat dioptimalkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi desa. Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat desa, seperti : terbatasnya peluang kerja, struktur sumber daya ekonomi yang kurang beragam, keterbatasan pendidikan, keterampilan, peralatan dan modal. Sejumlah keterbatasan-keterbatasan tersebut di atas sejatinya dengan pembentukan dan pemanfaatan jaringan sosial ekonomi merupakan strategi adaptasi yang paling efektif dan utama melalui manajemen kewirausahaan masyarakat desa.

Ada hal yang harus diambil secara normatif, kerjasama antar desa maupun kerjasama dengan pihak ketiga telah diatur dalam UU Desa No.6 tahun 2014. Desa dapat mengembangkan kerjasama meliputi; pengembangan usaha bersama yang dimiliki oleh desa untuk mencapai nilai ekonomi yang berdaya saing, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan desa, prinsipnya kerjasama dikembangkan untuk memanfaatkan potensi desa dan mengatasi kekurangan dari sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Kerjasama ini harus dilakukan dalam prinsip saling menguntungkan dan memandirikan masing-masing desa.

 

“Desa harus jadi kekuatan ekonomi

Agar warganya tak hijrah ke kota

Sepinya Desa adalah modal utama

Untuk bekerja dan mengembangkan diri”

(Lyrik lagu Desa, Iwan Fals)

 

 

“Kalau Indonesia ingin maju yang harus diperhatikan adalah Desanya, Potensi terbesar di Indonesia banyak beredar di pedesaan”

 

 

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama
Email
Komentar
(Antispam Code, 3 black symbols)
captcha image